Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dengan Bantuan Video Pembelajaran Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik
DOI:
10.29303/cnsej.v3i4.1508Published:
2025-12-30Issue:
Vol. 3 No. 4 (2025): DesemberKeywords:
Problem-Based Learning, Video Pembelajaran, Kemampuan Berpikir Kreatif, Pembelajaran FisikaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning/PBL) dengan bantuan video pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa akibat dominasi pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Model PBL dipilih karena menekankan pada keterlibatan aktif siswa dalam memecahkan masalah kontekstual melalui proses berpikir kritis, kolaboratif, dan reflektif, sedangkan video pembelajaran digunakan sebagai media bantu untuk memperkuat konteks visual dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu (quasi-experimental design) dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian adalah 23 siswa kelas XI MIPA MA Plus Nurul Islam Sekarbela yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (menggunakan PBL berbantuan video) dan kelompok kontrol (menggunakan pembelajaran konvensional). Data kemampuan berpikir kreatif dikumpulkan melalui tes yang disusun berdasarkan indikator Torrance (fluency, flexibility, originality, dan elaboration) dan dianalisis menggunakan uji-t serta perhitungan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan nilai t_hitung = 4,82 dan p-value = 0,000 < 0,05. Nilai rata-rata N-gain kelompok eksperimen sebesar 0,65 (kategori sedang–tinggi), sedangkan kelompok kontrol hanya 0,36 (kategori rendah). Hal ini menunjukkan bahwa model PBL berbantuan video pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Temuan ini sejalan dengan teori konstruktivisme dan hasil penelitian sebelumnya yang menegaskan bahwa kombinasi antara pembelajaran berbasis masalah dan media visual mampu menciptakan proses belajar yang lebih kontekstual, menarik, dan mendorong munculnya ide-ide kreatif.

