Aksiologi Lingkungan dan Kearifan Lokal dalam Praktik Pengelolaan Hutan Adat Bayan, Lombok Utara
Diterbitkan:
2026-06-02Unduhan
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis aksiologi lingkungan dan kearifan lokal dalam praktik pengelolaan Hutan Adat Bayan, Lombok Utara. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis berbagai jurnal nasional dan internasional yang relevan mengenai konservasi berbasis masyarakat adat, spiritualitas lingkungan, dan pengelolaan hutan berbasis kearifan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat Bayan memiliki sistem konservasi yang dibangun melalui integrasi nilai adat, religius, dan budaya dalam pengelolaan hutan. Sistem awig-awig, tradisi Selamatan Olor, dan simbolisme ekologis Masjid Bayan Beleq menjadi instrumen penting dalam menjaga keseimbangan hubungan manusia dan alam. Nilai spiritual dan kesadaran ekologis masyarakat membentuk perilaku konservatif yang mendukung keberlanjutan lingkungan. Selain itu, pengelolaan hutan berbasis komunitas terbukti mampu memperkuat partisipasi masyarakat dan menjaga kelestarian sumber daya alam secara berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa aksiologi lingkungan berbasis kearifan lokal dapat menjadi model alternatif dalam pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan, partisipatif, dan berkeadilan.Kata Kunci:
aksiologi lingkungan kearifan lokal hutan adat masyarakat Bayan konservasi lingkunganReferensi
Aisharya, I. Y., Gunawan, B., Abdoellah, O. S., Gunawan, W., & Dewa, J. J. P. K. (2022). Role And Interaction Between Local Actors In Community-Based Forest Management In Upper Citarum Hulu. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan (Journal Of Natural Resources And Environmental Management). Vol. 12. No. 2. Hal. 335–351. Https://Doi.Org/10.29244/Jpsl.12.2.335-351
Al Qisti, & Ribawati. (2025). Praktik Konservasi Hutan Melalui Pembagian Zona Berbasis Kearifan Lokal Oleh Masyarakat Adat Kampung Naga. Jurnal Bima. Vol. 3. No 3. Hal. 216-227. Https://Doi.Org/10.61132/Bima.V3i3.2718
Arifalo. (2024). Assessment Of Community Participation In Forest Conservation. African Journal Of Agriculture And Food Science. Vol. 7.No.3.Hal. 39-55. Https://Doi.Org/10.52589/AJAFS-FKZMK6T9
Burhani. (2025). Integrasi Nilai Adat Dan Islam Dalam Konservasi Hutan Adat Mandala. Jurnal Penelitian Multidisiplin. Vol. 3 No. 3. Https://Doi.Org/10.60126/Maras.V3i3.1178
Efendi, D., Ade, A. M., & Mahadika, A. (2022). The Spiritual-Ecological Approaches Of Indigenous Communities Of Tidore Towards Environmental Conservation. Jurnal Sosiologi Reflektif. Vol. 17. No. 1. Hal. 75–96. Https://Doi.Org/10.14421/Jsr.V17i1.2552
Fauzi, A. S., Runtiningsih, S., Jayanto, P. Y., Mustofa, U., & Budiantoro, R. A. (2026). Religiosity And Sustainability: The Role Of Religious Values In The Economic–Environmental Trade-Off In Indonesia. Jurnal Ekonomika, Vol.17. No. 1. Hal 10–21. Https://Doi.Org/10.35334/Ap4jnc54
Food And Agriculture Organization. (2020). Global Forest Resources Assessment 2020: Main Report. FAO. Https://Doi.Org/10.4060/Ca9825en
Jamaluddin, J., Hajawa, H., Hasanuddin, H., Daud, M., Naufal, N., & Nirwana, N. (2023). Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Hutan Di Hutan Adat Marena Di Desa Pekalobean Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. Forest Services. Vol. 1. No.1. Hal 43–56. Https://Doi.Org/10.62142/D3gcwc04
Keraf, A. S. (2015). Etika Lingkungan Hidup. Penerbit Buku Kompas.
Miharja, D., & Munawaroh, I. B. (2025). Relational Human–Nature Ethics In Indigenous Ritual Practice: The Selametan Ubar Pare Among The Baduy Community In Indonesia. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama Dan Lintas Buday. Vol. 9. No. 3. Https://Doi.Org/10.15575/Rjsalb.V9i3.40702
Pawar, K. V., & Rothkar, R. V. (2015). Forest Conservation & Environmental Awareness. Procedia Earth And Planetary Science. Vol. 11. 212–215. Https://Doi.Org/10.1016/J.Proeps.2015.06.027
Proulx, M., Ross, L., Macdonald, C., Fitzsimmons, S., & Smit, M. (2021). Indigenous Traditional Ecological Knowledge And Ocean Observing: A Review Of Successful Partnerships. Frontiers In Marine Science. Vol. 8. Https://Doi.Org/10.3389/Fmars.2021.703938
Putra, D. A. (2020). Hutan Adat Dalam Perspektif Islam: Studi Kasus Hutan Adat Guguk Propinsi Jambi. Jurnal Indo-Islamika, Vol. 5. No. 1. Hal. 109–146. Https://Doi.Org/10.15408/Idi.V5i1.14789
Putraditama, A., Kim, Y.-S., Baral, H., & Others. (2021). Where To Put Community-Based Forestry? Reconciling Conservation And Livelihood In Lampung, Indonesia. Trees, Forests And People. Vol 5. Https://Doi.Org/10.1016/J.Tfp.2021.100098
Rahman, M. A., Setiyani, W., & Algayyar, S. S. (2024). Makna Simbolik Tradisi Lokal Dalam Kehidupan Sosial Masyarakat. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora. Vol. 2. No. 2. Hal. 75–81. Https://Doi.Org/10.70716/Perseptif.V2i2.394
Ramadhani, S. P., Sundawati, L., & Kuncahyo, B. (2024). Analysis Of Factors Influencing Community Participation In Sustainable Forest Management In BKPH Mojorayung, Madiun. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan (Journal Of Natural Resources And Environmental Management). Vol. 14. No. 1. Hal. 139–147. Https://Doi.Org/10.29244/Jpsl.14.1.139-147
Ramdheni, A. F., Suana, I. W., & Sukenti, K. (2023). The Wisdom Of The Bayan Indigenous Community In Conserving The Traditional Forest In North Lombok, Indonesia. Jurnal Biologi Tropis. Vol. 23. No. 4. Hal. 700–705. Https://Doi.Org/10.29303/Jbt.V23i4.5657
Riza, S., Fata, Y. A., Arifin, S., Hadiwijoyo, E., Hidayatullah, R. R., Ishaq, R. M., Lestari, N. D., Putra, A. N., Lestariningsih, I. D., & Suprayogo, D. (2023). Community Participation In Forest Conservation As A Forest Fire Mitigation And Adaptation On The Arjuno Mountain. Habitat. Vol. 34. No. 3. Hal. 321–335. Https://Doi.Org/10.21776/Ub.Habitat.2023.034.3.29
Samsidar. (2024). The Role Of Local Communities In Forest Management Based On Local Wisdom: A Qualitative Descriptive Review. Journal Of Horizon. Vol. 1. No. 2. Https://Doi.Org/10.62872/Jh.V1i2.568
Sari, L. H., Wulandari, E., & Idris, Y. (2024). An Investigation Of The Sustainability Of Old Traditional Mosque Architecture: Case Study Of Three Mosques In Gayo Highland, Aceh, Indonesia. Journal Of Asian Architecture And Building Engineering. Vol. 23. No. 2. Hal. 528–541. Https://Doi.Org/10.1080/13467581.2023.2245006
Shereni, N. C., & Saarinen, J. (2021). Community Perceptions On The Benefits And Challenges Of Community-Based Natural Resources Management In Zimbabwe. Development Southern Africa. Vol. 38. No. 6. Hal. 879–895. Https://Doi.Org/10.1080/0376835X.2020.1796597
Sinthumule, N. I., & Mashau, M. L. (2020). Traditional Ecological Knowledge And Practices For Forest Conservation In Thathe Vondo In Limpopo Province, South Africa. Global Ecology And Conservation. Vol. 22. Https://Doi.Org/10.1016/J.Gecco.2020.E00910
Wahyudi. (2025). Revealing Ecological Values In Traditional Sasak Bale Tani For Culturally-Rooted Design Innovation. Jurnal Ruas. Vol. 23 No. 1. Https://Doi.Org/10.21776/Ub.Ruas.2025.023.01.11
Yulisinta, F., Murniati, J., & Eigenstetter, M. (2024). Spiritual Ecology And Indigenous Wisdom: Cultural Foundations For Sustainable Environmental Practices In Indonesia. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama Dan Lintas Budaya. Vol. 8. No 3. Hal 185–202. Https://Doi.Org/10.15575/Rjsalb.V8i3.20237
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Bambang Patmaraga, Bambang Patmaraga, Muhammad Sarjan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



