Keberadaan Hama Pengorok Daun (Liriomyza sp.) Pada Berbagai Varietas Kentang (Solanum tuberosum L) di Sembalun Lombok Timur
Diterbitkan:
2025-12-22Terbitan:
Vol 1 No 3 (2025): JOURNAL OF MULTIDISCIPLINARY SCIENCE AND NATURAL RESOURCE MANAGEMENTKata Kunci:
kentang, varietas, Liriomyza sp, intensitas serangan, ketahanan tanaman, SembalunArtikel
Unduhan
Cara Mengutip
Abstrak
Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi mendukung diversifikasi pangan, namun produktivitasnya di Indonesia masih rendah akibat gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Salah satu OPT penting pada tanaman kentang adalah Liriomyza sp. yang dapat menyebabkan kerusakan signifikan hingga 60–100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi, intensitas serangan, bobot daun, kerapatan trikoma daun, serta hasil ketiga varietas kentang yang dibudidayakan di Sembalun, Lombok Timur rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan, yaitu Citra, Titan, dan Granola, masing-masing diulang enam kali. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji BNJ 5%, serta dilakukan analisis analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata antar varietas. Varietas Granola memiliki populasi dan intensitas serangan tertinggi (7,14 individu/minggu; 9,06%), diikuti Citra (5,97 individu/minggu; 7,05%). Sementara itu, Varietas Titan menunjukkan populasi dan intensitas terendah (2,00 individu/minggu; 2,09%) dengan ketahanan yang lebih baik. Faktor morfologi, khususnya bobot daun dan kerapatan trikoma, diduga berkontribusi terhadap perbedaan ketahanan antar varietas. Dengan demikian, pemilihan varietas tahan seperti Titan dapat menjadi strategi pengendalian hama yang efektif sekaligus mendukung peningkatan produktivitas kentang di daerah Sembalun.
Referensi
Abadi, L. A. (2003). Ilmu penyakit tumbuhan II. Bayumedia.
Aini, K. H. (2012). Produksi tepung kentang (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia.
Baliadi, Y., & Tengkano, W. (2010). Lalat pengorok daun Liriomyza sp. (Diptera: Agromyzidae), hama baru pada tanaman kedelai di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian, 29(2), 69–74.
Ermawati, S. N. A. (2016). Uji ketahanan beberapa varietas kentang (Solanum tuberosum L.) terhadap serangan Liriomyza huidobrensis (Blanchard) (Skripsi). Universitas Jember.
Hamid. (2019). Bionomi Liriomyza chinensis (Kato) (Diptera: Agromyzidae) pada tanaman bawang merah (Allium cepa L.) di Bali (Skripsi). Universitas Udayana.
Hikmawati, A., Hasrianty, & Shahabuddin. (2013). Kajian jenis pengorok daun (Liriomyza sp.) (Diptera: Agromyzidae) pada berbagai tanaman inang di Lembah Palu. Jurnal Agrotekbis, 1(4), 356–363.
Laksminiwati, P., Tonny, K., Asih, K., & Nikardi, G. (2014). Teknologi budidaya kentang di dataran medium. Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Kementerian Pertanian.
Mujiono, N., Hidayat, P., & Wijayanto, N. (2011). Pengamatan populasi dan intensitas serangan lalat pengorok daun (Liriomyza spp.) pada tanaman kentang di daerah Dieng, Jawa Tengah. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika, 11(2), 81–88. https://doi.org/10.23960/j.hptt.21181-88
Nasruddin, N., Idris, A., & Zulkarnain, I. (2014). Perkembangan populasi Liriomyza spp. pada berbagai umur tanaman kentang di dataran tinggi Gowa, Sulawesi Selatan. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 18(1), 24–31.
Nasaruddin, A., & Sutanto, R. (2015). Pengaruh populasi larva Liriomyza sp. terhadap tingkat kerusakan daun pada tanaman kentang. Jurnal Agronomi Indonesia, 43(3), 120–128.
Prabaningrum, L., Nurtika, N., Gunawan, O., Sule, L., Hendra, A., Sardin, & Rustina, W. (2009). Pengendalian hama dan penyakit terpadu pada budidaya kentang di dataran medium (300–700 m dpl). Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
Rauf, A. (2000). Liriomyza: Hama Pendatang Baru di Indonesia. Buletin Hama dan Penyakit Tumbuhan.
Samsudin, H. (2008). Pengendalian hama pengorok daun Liriomyza chinensis (Diptera: Agromyzidae) dengan pendekatan pertanian ramah lingkungan. http://www.pertaniansehat.or.id
Sarjan, M., & Sab’i, I. (2014). Karakteristik polong kedelai unggul yang terserang hama penghisap polong (Riptortus linearis) pada kondisi cekaman kekeringan. Jurnal Lahan Suboptimal, 3(2), 168–180.
Sarjan, M., Stella, R., Thei, P., Windariningsih, M., Haryanto, H., & Supeno, B. (2022). Intensitas serangan hama pada tanaman kentang yang dibudidayakan dengan perbanyakan stek pucuk. Prosiding SAINTEK, 4, 232–245.
Supartha, I. W., Suryani, I., & Suarnika, I. N. (2005). Perkembangan dan dinamika populasi Liriomyza sp. pada berbagai kondisi agroekosistem tanaman hortikultura di Bali. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali.
Suryaningsih, E. (2006). Pengendalian lalat pengorok daun pada tanaman kentang menggunakan pestisida biorasional yang dirotasi dengan pestisida sintetik. Jurnal Hortikultura, 16(3), 229–235.
Tohidin, A., Setiawati, W., & Rauf, A. (2015). Keragaman Liriomyza spp. dan intensitas serangan pada tanaman kentang di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jurnal Hortikultura, 25(2), 103–112. https://doi.org/10.21082/jhort.v25n2.2015.p103-112.
Biografi Penulis
Hasan Wirayuda, Program Studi Agroekoteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, 83115Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Muhammad Sarjan, Program Studi Agroekoteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, 83115 Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Amrul Jihadi, Program Studi Agroekoteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, 83115 Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Hasan Wirayuda, Muhammad Sarjan, Amrul Jihadi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



