Keanekaragaman Seranga Predator Pada Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Yang Diaplikasikan Insektisida Nabati Kulit Batang Tembakau Virginia

Penulis

Fathul Abror , Muhammad Sarjan , Amrul Jihadi

Diterbitkan:

2025-10-15

Terbitan:

Vol 1 No 2 (2025): JOURNAL OF MULTIDISCIPLINARY SCIENCE AND NATURAL RESOURCE MANAGEMENT

Kata Kunci:

Keanekaragaman, Serangga Predator, Insektisida Nabati, Kulit Batang Tembakau Virginia, Kentang

Artikel

Cara Mengutip

Abror, F., Sarjan, M., & Jihadi, A. (2025). Keanekaragaman Seranga Predator Pada Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Yang Diaplikasikan Insektisida Nabati Kulit Batang Tembakau Virginia. Journal of Multidisciplinary Science and Natural Resource Management , 1(2), 40–48. Diambil dari https://jurnalpasca.unram.ac.id/index.php/jom/article/view/1152

Abstrak

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan komoditas hortikultura penting dengan nilai ekonomi tinggi dan potensi mendukung diversifikasi pangan. Namun, produktivitas kentang di Indonesia masih rendah akibat serangan organisme pengganggu tanaman, salah satu upaya pengendalian yang dapat digunakan yaitu dengan menyusun strategi pengendalian yang ramah lingkungan sehingga dapat mengurangi pengendalian hama dengan menggunakan bahan kimia. Pengendalian hayati merupakan salah satu komponen dari pengendalian hama yang perlu dilakukan secara berkelanjutan dan ditunjang dengan penyediaan agen hayati yang siap dipakai di persawahan. Konservasi atau pelestarian musuh alami merupakan tindakan mencegah agar tidak terjadi pengurangan populasi yang telah ada sebelumnya dengan cara memelihara kondisi ekologis dengan baik misalnya dengan memakai sistem tanaman yang lebih beragam, menanam dan melestarikan tanaman berbunga sebagai makanan dari musuh alami, menekan pemakaian pestisida yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan beberapa konsentrasi insektisida kulit batang tembakau virginia terhadap keanekaragaman serangga predator pada tanaman kentang (Solanum tuberosum L). Penelitian dilaksanakan di Sembalun, Lombok Timur, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yaitu konsentrasi perlakuan P0 (0%: Tanpa Perlakuan), P1 (kimia Abamectin: 0,5 ml/1000 ml air), P2 (3%: 30 ml/1000 ml air) P3 (4%: 40 ml/1000 ml air), P4 (5%: 50 ml/1000 ml air), P5 (6%: 60 ml/1000 ml air) dan empat ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga predator yang ditemukan berasal dari 4 ordo 4 famili dan 6 spesies. Penggunaan ekstrak kulit batang tembakau virginia terbukti mampu mendekati kinerja insektisida kimia dalam menekan populasi serangga predator. Hasil ini menunjukkan bahwa insektisida nabati kulit batang tembakau virginia berpengaruh terhadap populasi serangga predator pada tanaman kentang.

Referensi

Aditama, C. R. & Kurniawan, N. (2013). Struktur komunitas serangga nokturnal areal pertanian padi organik pada musim penghujan di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Jurnal Biotropika, 1: 186-190.

Afifah, F., Yuni, SR., Ulfi, F. (2015). Efektivitas Kombinasi Filtrat Daun Tembakau (Nicotiana tabacum) dan Filtrat Daun Paitan (Thitonia Repor epository diversifolia) sebagai Pestisida Nabati Hama Walang Sangit (Leptocorisa Repo epository oratorius) pada Tanaman Padi. Lentera Bio, 4(1), 25-31.

Aini. (2012). Budidaya Kentang. Badan Penelitian Pengembangan Pertanian, Balai Penelitian Hortikultura. Lembang.

Ariska, D., Umar, S., Nukmal, N., & Kanedi, M. (2019). Karakteristik habitus dan lingkungan pohon sarang semut rangrang (Oecophylla smaragdina) di Bandar Lampung. Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati, 5(2), 31–35.

Aprilizah, T. (2006). Pengaruh Kerapatan Predator Terhadap Pemangsaan Larva Spodoptera litura F. (Lepidoptera: Noctuidae). Skripsi. Bogor: IPB.

Badan Pusat Statistik. (2015). Badan Pusat Statistik Indonesia. Http://www.bps.go.id. Diakses pada[8 April 2015].

Badan Pusat Statistik. (2022). Produksi Tanaman Sayuran. Indonesia 2022. Badan Pusat Statistik. D. (ed) Potato biology and biotechnology advances and perspectives. Elsevier.

Balitsa Litbang. (2014). Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Pada Budidaya Tanaman Kentang. Modul Pelatihan Budidaya kentang Berdasarkan Konsepsi Pengendalian Hama Terpadu. ISBN: 978-979-8304-5.

Begon M, Harper JL, Townsend CR. (2006). Ecology, Population and Communities. Second Edition. London (UK): Blackwell Sci. Publ.

Boror, M., Suryanto, A., & Wijayanti, E. (2005). Peranan Positif Semut dalam Ekosistem Pertanian: Predator Hama dan Pengurai Organik. Jurnal Biologi dan Pertanian, 7(2): 45-54.

Borror, D. J., Jhonson, N. F., Triplehorn, C. A. (1992). Pengenalan Pelajaran Serangga. Edited by Suryobroto. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Cahyono. (1998). Tembakau Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Yogyakarta: Kanisius.

Efendi, S., Dadang, D., Winasa, I. W., & Nurmansyah, A. (2024). Semi kimia dan volatil lain pada Cheilomenes sexmaculata (Fabricius) (Coleoptera: Coccinellidae) yang memangsa Aphis gossypii (Glover) pada tanaman cabai. Jurnal Entomologi Indonesia, 21(2), 140–150.

Fanani, M. Z., Rauf, A., Maryana, N., Nurmansyah, A., & Hindayana, D. (2023). Interferensi kehadiran predator terhadap keefektifan parasitoid Anagyrus lopezi De Santis (Hymenoptera: Encyrtidae). Jurnal Agronida, 9(1), 8–17.

Fauzan, L. A., Sarjan, M., Supeno, B., & Hari Aditia Pratama, M. (2025). Spider Diversity in Potato Plants Applied with Some Concentrations of Botanical Pesticides Virginia Tobacco Stem Waste. Lombok Journal of Microbiology, Biotechnology and Conservation, 1(1), 41–47.

Haryadi, N. T. (2010). Entomologi. Surabaya: PT Citra Surya Sempurna.

Himawanto, D. A., & Nadjib, M. (2013). Pengeringan Tembakau dengan Sistem Hybrid. Jurnal Ilmiah Semesta Teknika, 16(1), 1-9.

Irawan, A., Umrah, U., & Annawaty, A. (2019). Studi Kolonisasi Semut Hitam (Dolichoderus sp.) pada Perkebunan Kakao. Natural Science: Journal of Science and Technology, 8(1): 61-67.

Kusumawati dan Winasa (2019), Potensi pemangsaan Cheilomenes sexmaculata terhadap kutu daun pada tanaman cabai dan bawang.

Kontodimas, D. C., Stathas, G. J., & Economou, L. P. (2003). Ecology and biology of Coccinellidae as predators of aphids.

Lawalata J.J. (2019). Keragaman Arthropoda Pada Tanaman Ubi Jalar di Kelurahan Hinekombe Distrik Sentani Kabupaten Jayapura. Jurnal Dinamis. 16(2): 45-61.

Lilies K. (1991). Kunci Determinasi Serangga. Yogyakarta: Kanisius.

Ludwig, J.A., & Reynolds, J.F. (1988). Statistical Ecology: A Primer on Methods and Computing. New York: Wiley.

Maulana Aziz, L., Sarjan, M., & Haryanto, H. (2025). Pengaruh Pestisida Nabati Limbah Batang Tembakau Virginia Terhadap Keragaman Kumbang Koksi Sebagai Predator Hama Pada Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L.). Journal of Microbiology, Biotechnology and Conservation, 1(2), 34–44.

Ma'rufatin A. (2011). Respon Pertumbuhan Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Varietas Atlantis dan Super John dalam Sistem Aeroponik terhadap Periode Pencahayaan. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor, Indonesia.

Michael, J. (1995). Analisis Kelimpahan dan Keragaman Serangga pada Habitat Pertanian. Jurnal Ekologi Terapan, 3(1): 45-52.

Michael, J. (1998). Analisis Keanekaragaman Jenis pada Komunitas Serangga. Jurnal Ekologi dan Konservasi, 5(2): 123-130.

Moekasan T. K., Gunadi N., Adioyono W. dan Sulastrini I. (2014). Kelayakan Teknis dan Ekonomis Penerapan Teknologi Pengendalian Hama Terpadu Pada Sistem Tanaman Tumpangsari Bawang Merah dan Cabai. J. Hort. 14(3): 188-203.

Mulyono, D., Syah, M. J. A., Sayekti, A. L., & Hilman, Y. (2017). Kelas Benih Kentang (Solanum tuberosum L.) Berdasarkan Pertumbuhan, Produksi, dan Mutu Produk. J. Hort. Vol. Indonesia, 27(2), 209-216.

Nurariaty. (2014). Pengendalian Hayati Hama dan Konservasi Musuh Alami. Bogor. IPB Press.

Odum, E. P. (1996). Fundamentals of Ecology (3rd ed.). Saunders College Publishing.

Odum, E.P. (1993). Basic Ecology. Saunders College Publishing

Pielou, E.C. (1966). The measurement of diversity in different types of biological collections. Saunders College Publishing.

Rendi I., Syahwal R., Syarif H. (2024). Pengaplikasian Beberapa Konsentrasi Insektisida Nabati Kulit Batang Tembakau Virginia pada Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.). Jurnal Agrokomplek.

Rizky, M. M., Sarjan, M., & Stella Petrunella Thei, R. (2025). Keanekaragaman Arthropoda Predator pada Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) yang Diaplikasikan Pestisida Nabati Batang Tembakau dan Mimba. Journal of Microbiology, Biotechnology and Conservation, 1(2), 53–61.

Rukmana R. (2002). Usaha Tani Kentang Sistem Mulsa Plastik. Kanisius. Yogyakarta.

Samadi B. (2007). Kentang dan Analisis Usaha Tani. Kanisius. Yogyakarta.

Sandi, A., & Astuti. (2014). Pengaruh Waktu Aktivasi Menggunakan H3po4 Terhadap Struktur Dan Ukuran Pori Karbon Berbasis Arang Tempurung Kemiri (Aleurites Moluccana). Jurnal Fisika Unand, 3(2), 115-120.

Sajitta (2006). "Kelimpahan Kepik Predator Hemiptera: Reduviidae pada Ekosistem Padi dan Wortel," Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, Vol. 20 No. 1, 2020.

Sardhi, F. W., Zulyusri, Vauzia, & Satria, R. (2021). Jenis-jenis semut (Hymenoptera: Formicidae) sepanjang aliran sungai di Kota Padang, Sumatera Barat. Prosiding Seminar Nasional Biologi, 1(2), 1720-1727. Universitas Negeri Padang.

Saragih, A. (2008). Indeks Keanekaragaman Jenis Serangga Pada Tanaman Stroberi (Flagaria sp.) di Lapangan. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Sarjan, M., Supriadi, S., Rizaldi, L. H., & Sarjan, A. F. N. (2024). Identification of Compounds from Hexane Extract of Virginia Tobacco Bark in Lombok and Its Potential as Botanical Pesticides. Jurnal Biologi Tropis, 24(2), 216–220.

Sarjan, M. (2012). Pengendalian Hayati dan Pengendalian Habitat Serangga Hama. Lombok. Arga Fuji Press Mataram.

Sarjan, M dan Irwan Muthahanas, (2007). Pemanfaatan Batang Dan Daun Tembakau Sebagai Bahan Pestisida Dan Kompos Pada Tanaman Sayuran Di Lombok Timur. Laporan penelitian BPTP-NTB 2007.

Satriyo Annurogo, D. (2020). Pengembangan tanaman kentang di kawasan Sembalun sebagai sentra hortikultura nasional. PT Petrokimia Gresik.

Serdani, A., Widiatmanta, J., & Ardi, A. (2022). Pengaruh Insektisida Nabati Daun Tembakau Dan Pepaya Terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera litura). Agroradix : Jurnal Ilmu Pertanian, 6(1), 1-7. https://doi.org/https://doi.org/10.52166/agroteknologi.v6i1.3634.

Sembel, D.T. (2014). Serangga-serangga Hama Tanaman Pangan, Umbi dan Sayur. Malang: Bayumedia Publishing

Setiadi, dan N. F. Setia. (2000). Kentang Varietas dan Pembudidayaan. Penebar Swadaya. Jakarta.

Setiadi. (2009). Budidaya Kentang. Penebar Swadaya. Jakarta.

Setiawati W., Murtiningsih R., Karyadi, A. K. (2009). Meneropong Perkembangan OPT Kentang dalam Kurun Waktu 10 Tahun (1999-2008) dan Prediksi di Masa Depan. Prosiding Seminar Pekan Kentang Nasional Tahun 2008 Tanggal 20 s.d 21 Agustus 2008 di Lembang. Vol 1. Puslitbang Hortikultura. Jakarta. Hlm. 316-332.

Sharma K. G. (2002). Localization, Regulation, and Subtrate Transport Properties of Bpt1p, a Saccaromyces cerevisiae MRP- type ABC Transporter. Eukaryot Cell.1(1): 391-400.

Sulistyani T.H., Rahayuningsih M., Partya. (2014). Keragaman Jenis Kupu – Kupu (Lepidoptera: Rhopalocera) di Cagar Alam Ulolanang Kecubung Kabupaten Batang. Universitas Negeri Semarang. Semarang.

Sumini & Bahri, S. (2020). Keanekaragaman dan Kelimpahan Musuh Alami di Tanaman Padi Berdasarkan Jarak dengan Tanaman Refugia. Jurnal Agrotek Tropika, 8(1): 177-184.

Sunarjono, H. (2007). Petunjuk Praktis Budidaya Kentang. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Suwarto, Yuke Octavianty, Silvia Hermawati, (2014). 15 Tanaman Perkebunan, Jakarta: Penebar Swadaya.

Tscharnke, T., Bengtsson, J., & Sabelis, M.W. (2008). Enhancing Biological Control: The Role of Predator Diversity in Agroecosystems. Ecology Letters, 11(7): 703-715

Widya Putri, L. K., Restining Tyas, N. E., Puspitasari, I. F., Indrawati, S. D., & Hilman, Y. A. (2024). Pemanfaatan Limbah Tembakau Sebagai Pestisida Alami Dalam Mengendalikan Hama Tanaman. Pedamas (Pengabdian Kepada Masyarakat). 2(05), 1349–1355. Retrieved from https://pekatpkm.my.id/index.php/JP/article/view/414.

Widodo, D. (2021). Serangga predator pada ekosistem padi sawah di Kecamatan Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara. Cocos, 6(6), 1-20.

Wiratno, Siswanto, dan I.M. Trisawa. (2008). Perkembangan Penelitian, Formulasi, dan Pemanfaatan Pestisida Nabati. J. Litbang Pert. Vol. 32 No. 4: 150-155.

Yaherwandi. (2008). Analisis Spesial Landscape Pertanian dan Keanekaragaman Hymenoptera di Daerah Aliran Sungai Cianjur. Jurnal Perhimpunan Entomologi. Padang: Universitas Andalas.

Yuniar, N., & Haneda, N. F. (2015). Keanekaragaman semut (Hymenoptera: Formicidae) pada empat tipe ekosistem yang berbeda di Jambi. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon, 1(7), 1582–1585.

Yos F. da Lopez. (2023). Predator Hama: Kepik Pembunuh (Reduviidae). MPLK Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Diakses dari situs MPLK Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

Biografi Penulis

Fathul Abror, Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Univeristas Mataram, Indonesia

Muhammad Sarjan, Program Studi Agroekoteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, 83115 Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Amrul Jihadi, Program Studi Agroekoteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, 83115 Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Lisensi

Hak Cipta (c) 2025 Fathul Abror, Muhammad Sarjan, Amrul Jihadi

Creative Commons License

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.