The Presence Of Leaf Miner Pests (Liriomyza sp.) on Various Varieties of Potatoes (Solanum tuberosum. L) in Sembalun, East Lombok

Authors

Hasan Wirayuda , Muhammad Sarjan , Amrul Jihadi

Published:

2025-12-22

Issue:

Vol. 1 No. 3 (2025): JOURNAL OF MULTIDISCIPLINARY SCIENCE AND NATURAL RESOURCE MANAGEMENT

Keywords:

potato, variety, Liriomyza sp, attack intensity, plant resistance, Sembalun

Article

How to Cite

Wirayuda, H., Sarjan, M., & Jihadi, A. (2025). The Presence Of Leaf Miner Pests (Liriomyza sp.) on Various Varieties of Potatoes (Solanum tuberosum. L) in Sembalun, East Lombok. Journal of Multidisciplinary Science and Natural Resource Management , 1(3), 1–11. Retrieved from https://jurnalpasca.unram.ac.id/index.php/jom/article/view/1286

Abstract

Potato (Solanum tuberosum L.) is a horticultural commodity with high economic value that has the potential to support food diversification, but its productivity in Indonesia is still low due to Plant Pest Organisms (OPT) disturbances. One important OPT is Liriomyza sp. which is one of the main plant pest organisms (OPT) in potatoes that can cause significant damage of up to 60–100%. This study aims to determine the population, attack intensity, leaf weight, leaf trichome density, and yield of three potato varieties cultivated in Sembalun, East Lombok using a Randomized Block Design (RBD) with three treatments, namely Citra, Titan, and Granola, each repeated six times. Data were analyzed using ANOVA and 5% BNJ test, followed by regression analysis. The results showed significant differences between varieties. The Granola variety had the highest population and attack intensity (7.14 individuals/week; 9.06%), followed by Citra (5.97 individuals/week; 7.05%). Meanwhile, the Titan variety showed the lowest population and intensity (2.00 individuals/week; 2.09%) with better resistance. Morphological factors, particularly leaf weight and trichome density, are thought to contribute to differences in resistance between varieties. Therefore, selecting resistant varieties such as Titan could be an effective pest control strategy while supporting increased potato productivity in the Sembalun area.

References

Abadi, L. A. (2003). Ilmu penyakit tumbuhan II. Bayumedia.

Aini, K. H. (2012). Produksi tepung kentang (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia.

Baliadi, Y., & Tengkano, W. (2010). Lalat pengorok daun Liriomyza sp. (Diptera: Agromyzidae), hama baru pada tanaman kedelai di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian, 29(2), 69–74.

Ermawati, S. N. A. (2016). Uji ketahanan beberapa varietas kentang (Solanum tuberosum L.) terhadap serangan Liriomyza huidobrensis (Blanchard) (Skripsi). Universitas Jember.

Hamid. (2019). Bionomi Liriomyza chinensis (Kato) (Diptera: Agromyzidae) pada tanaman bawang merah (Allium cepa L.) di Bali (Skripsi). Universitas Udayana.

Hikmawati, A., Hasrianty, & Shahabuddin. (2013). Kajian jenis pengorok daun (Liriomyza sp.) (Diptera: Agromyzidae) pada berbagai tanaman inang di Lembah Palu. Jurnal Agrotekbis, 1(4), 356–363.

Laksminiwati, P., Tonny, K., Asih, K., & Nikardi, G. (2014). Teknologi budidaya kentang di dataran medium. Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Kementerian Pertanian.

Mujiono, N., Hidayat, P., & Wijayanto, N. (2011). Pengamatan populasi dan intensitas serangan lalat pengorok daun (Liriomyza spp.) pada tanaman kentang di daerah Dieng, Jawa Tengah. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika, 11(2), 81–88. https://doi.org/10.23960/j.hptt.21181-88

Nasruddin, N., Idris, A., & Zulkarnain, I. (2014). Perkembangan populasi Liriomyza spp. pada berbagai umur tanaman kentang di dataran tinggi Gowa, Sulawesi Selatan. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 18(1), 24–31.

Nasaruddin, A., & Sutanto, R. (2015). Pengaruh populasi larva Liriomyza sp. terhadap tingkat kerusakan daun pada tanaman kentang. Jurnal Agronomi Indonesia, 43(3), 120–128.

Prabaningrum, L., Nurtika, N., Gunawan, O., Sule, L., Hendra, A., Sardin, & Rustina, W. (2009). Pengendalian hama dan penyakit terpadu pada budidaya kentang di dataran medium (300–700 m dpl). Balai Penelitian Tanaman Sayuran.

Rauf, A. (2000). Liriomyza: Hama Pendatang Baru di Indonesia. Buletin Hama dan Penyakit Tumbuhan.

Samsudin, H. (2008). Pengendalian hama pengorok daun Liriomyza chinensis (Diptera: Agromyzidae) dengan pendekatan pertanian ramah lingkungan. http://www.pertaniansehat.or.id

Sarjan, M., & Sab’i, I. (2014). Karakteristik polong kedelai unggul yang terserang hama penghisap polong (Riptortus linearis) pada kondisi cekaman kekeringan. Jurnal Lahan Suboptimal, 3(2), 168–180.

Sarjan, M., Stella, R., Thei, P., Windariningsih, M., Haryanto, H., & Supeno, B. (2022). Intensitas serangan hama pada tanaman kentang yang dibudidayakan dengan perbanyakan stek pucuk. Prosiding SAINTEK, 4, 232–245.

Supartha, I. W., Suryani, I., & Suarnika, I. N. (2005). Perkembangan dan dinamika populasi Liriomyza sp. pada berbagai kondisi agroekosistem tanaman hortikultura di Bali. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali.

Suryaningsih, E. (2006). Pengendalian lalat pengorok daun pada tanaman kentang menggunakan pestisida biorasional yang dirotasi dengan pestisida sintetik. Jurnal Hortikultura, 16(3), 229–235.

Tohidin, A., Setiawati, W., & Rauf, A. (2015). Keragaman Liriomyza spp. dan intensitas serangan pada tanaman kentang di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jurnal Hortikultura, 25(2), 103–112. https://doi.org/10.21082/jhort.v25n2.2015.p103-112.

Author Biographies

Hasan Wirayuda, Program Studi Agroekoteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, 83115Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia

Muhammad Sarjan, Program Studi Agroekoteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, 83115 Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia

Amrul Jihadi, Program Studi Agroekoteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, 83115 Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia

License

Copyright (c) 2025 Hasan Wirayuda, Muhammad Sarjan, Amrul Jihadi

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.