Cookis Singkong Sebagai Makanan Fungsional Dalam Upaya Pencegah Stunting Di Kelurahan Ijobalit Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur
Published:
2025-08-30Issue:
Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus 2025Keywords:
KKN, Stunting, Kesehatan, Inovasi Pangan, KeragamanArticles
Downloads
How to Cite
Abstract
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlihat pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir. Akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun. Stunting ini terjadi karena dipengaruhi oleh banyak faktor yang berlangsung mulai dari kehamilan hingga anak berusia 24 bulan. Faktor tersebut diantaranya adalah faktor gizi buruk, terbatasnya layanan kesehatan, kurangnya akses makanan bergizi, kurangnya akses pada air bersih serta sanitasi, kelengkapan imunisasi dasar anak, rendahnya pengetahuan ibu, dan usia ibu saat menikah. Singkong (Manihot Esculenta) memiliki potensi besar dalam mencegah stunting. Kelurahan Ijobalit merupakan salah satu kelurahan yang tercatat mengalami kasus stunting. Salah satu komoditi yang terdapat di Kelurahan Ijobalit adalah singkong. Untuk itu, KKN-PMD UNRAM Kelurahan Ijobalit membuat olahan cookies singkong sebagai makanan fungsional dan solusi inovatif untuk mencegah stunting pada anak usia batita dan balita. Metode yang digunakan dalam kegiatan KKN-PMD UNRAM ini adalah sosialisasi. Kegiatan sosialisasi pengenalan cookies singkong ini diharapkan dapat membuat masyarakat Kelurahan Ijobalit mempraktikkan kembali pengetahuan dan informasi yang diperoleh mengenai pembuatan cookies singkong, kemudian dikembangkan dan dijadikan peluang usaha.

