Instagram Live Sebagai Salah Satu Wahana Dalam Edukasi Kesehatan Telinga dan Pendengaran
DOI:
10.29303/jppik.v1i1.557Published:
2024-01-09Downloads
Abstract
Menjaga kesehatan telinga dan pendengaran merupakan dua hal yang harus dilakukan dan memerlukan perhatian khusus, karena keduanya dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Dengan peringatan hari pendengaran sedunia, Dokter Spesialis THT yang tergabung dalam PERHATI-KL Cab. NTB kembali melakukan penyuluhan kesehatan terkait kesehatan telinga dan pendengaran mengingat angka kesakitan yang relatif tinggi di masyarakat. Edukasi kesehatan ini dilakukan melalui media live Instagram dimana masyarakat dapat mengikuti edukasi secara langsung dan dapat bertanya melalui fitur chat yang disediakan dan dijawab langsung oleh narasumber. Media Instagram menempati posisi ke-4 dari 10 media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia setelah Youtube, WhatsApp dan Facebook, khususnya oleh kalangan remaja. Melalui media live Instagram ini diharapkan informasi kesehatan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan mudah oleh masyarakat sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Alhasil, kegiatan ini disaksikan oleh sekitar 50-60 orang yang menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat dan menjadi bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan selanjutnya.
Keywords:
Instagram Edukasi Kesehatan Kesehatan Telinga PendengaranLicense
Copyright (c) 2024 Eka Arie Yuliyani, Hamsu Kadriyan, Didit Yudhanto, Gusti Ayu Trisna Aryani, Rista Rahayu Rarasati, Anak Agung Ayu Niti Wedayani, Eva Triani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with Jurnal Pengabdian Pendidikan IPA Kontekstual (JPPIK), agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC-BY License). This license allows authors to use all articles, data sets, graphics, and appendices in data mining applications, search engines, web sites, blogs, and other platforms by providing an appropriate reference. The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions and will retain publishing rights without restrictions.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Jurnal Pengabdian Pendidikan IPA Kontekstual (JPPIK).
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






