Efektivitas Peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) dalam Menangani Tindak Kekerasan Bullying/Perundungan Pada Pendidikan Sekolah Dasar di Kecamatan Sekotong
DOI:
10.29303/jpap.v10i2.1783Published:
2026-07-21Downloads
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) dalam menangani tindak kekerasan bullying/perundungan pada sekolah dasar di Kecamatan Sekotong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis. Adapun subjek penelitian ini yaitu meliputi: Anggota Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Sekotong, Kepala Sekolah, Guru wali kelas, Pengawas Sekolah, Peserta didik kelas V atau kelas VI, Orang tua/wali siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas peran TPPK dalam menangani bullying belum berjalan secara optimal. Implementasi fungsi sosialisasi, pendampingan korban, kemitraan, serta pemantauan dan pelaporan masih bersifat administratif dan belum terlaksana secara sistematis. Persepsi warga sekolah juga menunjukkan bahwa keberadaan TPPK belum memberikan dampak nyata karena rendahnya tingkat pemahaman terhadap fungsi dan mekanisme pelaporannya. Faktor-faktor yang menghambat efektivitas TPPK meliputi rendahnya kapasitas teknis anggota, beban tugas ganda guru, keterbatasan anggaran operasional, rendahnya pemahaman warga sekolah, budaya penyelesaian masalah secara kekeluargaan, serta keterbatasan akses geografis wilayah pesisir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia, dukungan anggaran, pendampingan berkelanjutan, serta peningkatan koordinasi antara sekolah dan Dinas Pendidikan diperlukan agar TPPK mampu menjalankan perannya secara efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan.
Keywords:
Bullying Efektivitas Implementasi Kebijakan Sekolah Dasar Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK)References
Ainscow, M., Dyson, A., Goldrick, S., & West, M. (2012). Making schools effective for all: Rethinking the task. School Leadership & Management, 32(3), 197–213.
Creswell, J. W. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Daft, R. L. (2016). Organization Theory and Design (12th ed.). Cengage Learning.
Espelage, D. L., & Swearer, S. M. (2003). Research on school bullying and victimization: What have we learned and where do we go from here? Journal of School Psychology, 32(3), 365–383.
Frisén, A., Jonsson, A. K., & Persson, C. (2008). Adolescents' perception of bullying: Who is the victim? Who is the bully? What can be done to stop bullying?. Scandinavian Journal of Psychology, 48(4), 349–355.
Fullan, M. (2001). The new meaning of educational change (3rd ed.). Teachers College Press.
Gini, G., & Pozzoli, T. (2009). Association between bullying and psychosomatic problems: A meta-analysis. Pediatrics, 123(3), 1059–1065.
Hill, M., & Hupe, P. (2002). Implementing public policy: Governance in theory and practice. SAGE Publications.
Holt, M. K., Keyes, M. A., & Koenig, B. W. (2009). Teachers' attitudes toward bullying. Journal of School Violence, 8(3), 232–249.
Jaelani, A. K. (2024). Mapping leadership models in early childhood education institutions and their influence on organizational commitment and work productivity. JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia), 13(4), 788-798.
Meier, K. J., & O'Toole, L. J. (2006). Bureaucracy in a democratic state: A governance perspective. Johns Hopkins University Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Mintzberg, H. (2009). Managing. Berrett-Koehler Publishers.
Mustari, M., & Rahman, M. (2014). Manajemen pendidikan. RajaGrafika Persada.
Odden, A. R., & Picus, L. O. (2014). School finance: A policy perspective (5th ed.). McGraw-Hill Education.
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Robbins, S. P., & Coulter, M. (2018). Management (14th ed.). Pearson Education.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Swearer, S. M., Espelage, D. L., Vaillancourt, T., & Hymel, S. (2010). What can be done about school bullying? Linking research to educational practice. Educational Researcher, 39(1), 38–47.
Tippett, N., & Wolke, D. (2014). Socioeconomic status and bullying: A meta-analysis. American Journal of Public Health, 104(6), e48–e59.
Ttofi, M. M., & Farrington, D. P. (2011). Effectiveness of school-based programs to reduce bullying: A systematic and meta-analytic review. Journal of Experimental Criminology, 7(1), 27–56.
UNESCO. (2024). Violence and bullying in schools: UNESCO calls for better protection of students. UNESCO Publishing.

