Inovasi Kurikulum Berbasis Digital untuk Penguatan Pembelajaran Kolaboratif pada Sekolah Menengah
DOI:
10.29303/jpap.v10i2.1774Published:
2026-07-29Downloads
Abstract
Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut adanya inovasi kurikulum yang mampu menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21. Salah satu arah pengembangannya ialah penerapan kurikulum berbasis digital untuk mendukung pembelajaran kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil-hasil kajian terkait inovasi kurikulum berbasis digital dalam meningkatkan pembelajaran kolaboratif di tingkat Sekolah Menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (literature review) dengan menelaah 25 artikel ilmiah terbitan 2015–2024 yang membahas implementasi kurikulum digital, integrasi teknologi pendidikan, dan kolaborasi dalam pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum berbasis digital mendorong peningkatan partisipasi aktif, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama siswa. Platform seperti Google Classroom, GeoGebra, Desmos, dan Moodle efektif memfasilitasi interaksi kolaboratif dan proyek berbasis teknologi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas guru melalui pelatihan literasi digital, penyediaan infrastruktur pembelajaran daring, dan pengembangan kurikulum yang menekankan kompetensi kolaboratif.
Keywords:
Kurikulum Digital Pembelajaran Kolaboratif Inovasi Pendidikan Studi PustakaReferences
Hasanah, U., & Fathoni, A. (2023). Integrasi teknologi digital dalam pembelajaran matematika sekolah menengah pertama. Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia, 8(2), 101–112.
Herlina, D., & Rahayu, L. (2021). Peningkatan keterlibatan belajar siswa melalui pembelajaran kolaboratif berbasis proyek di SMP. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah, 6(1), 45–56.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Mulyani, S., Arifin, R., & Putra, I. (2021). Learning Management System sebagai media pembelajaran kolaboratif di sekolah menengah. Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran, 9(4), 325–338.
Nasution, D., & Sitorus, J. (2019). Peran guru dalam implementasi kurikulum digital berbasis kolaboratif di sekolah menengah pertama. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Digital, 5(2), 87–97.
Suryani, N., Raharjo, T., & Pratama, R. (2021). Tantangan implementasi pembelajaran digital di sekolah menengah Indonesia. Jurnal Teknologi Pendidikan, 23(3), 177–190.
Pureklolon, P. P., Sihotang, H., & Nahak, Y. (2025). Manajemen Mutu Pendidikan sebagai Strategi Penguatan Budaya Kinerja Sekolah Dasar. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan, 191.
Trilling, B., & Fadel, C. (2015). 21st century skills: Learning for life in our times. San Francisco, CA: Jossey-Bass.
Widodo, S., & Dewi, P. (2020). Penerapan blended learning berbantuan GeoGebra dalam pembelajaran matematika di SMP. Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika, 4(3), 133–144.
Widiastuti, R., & Rahman, A. (2022). Pemanfaatan Google Classroom dan GeoGebra dalam pembelajaran matematika kolaboratif. Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan, 12(1), 56–68.
Widodo, S., & Dewi, P. (2020). Blended learning untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa SMP. Jurnal Pendidikan Matematika Kreatif, 5(2), 77–89.

