Integrasi Nilai-Nilai Konservasi pada Tradisi Susuk Wangan dalam Sumber Pembelajaran IPS
DOI:
10.29303/jpap.v10i2.1603Published:
2026-07-30Downloads
Abstract
Tradisi lokal memiliki peran penting dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui praktik konservasi yang berbasis pada kearifan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai konservasi yang terkandung dalam Tradisi Susuk Wangan di Desa Nogosaren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, serta mengkaji potensinya sebagai sumber pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive yang meliputi tokoh masyarakat, perangkat desa, juru kunci, dan masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Susuk Wangan mengintegrasikan praktik konservasi flora melalui penanaman pohon beringin, konservasi fauna melalui pelepasan ikan dan burung lokal, serta konservasi ekosistem perairan melalui pembersihan sumber mata air. Praktik tersebut tidak hanya memiliki makna simbolis sebagai ungkapan syukur masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan dan memperkuat kesadaran ekologis masyarakat. Selain itu, tradisi ini mengandung nilai gotong royong, kepedulian, dan tanggung jawab yang relevan sebagai sumber pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal karena mampu menghubungkan konsep hubungan manusia dengan lingkungan dalam konteks kehidupan nyata. Dengan demikian, Tradisi Susuk Wangan merupakan bentuk konservasi berbasis masyarakat yang mengintegrasikan nilai budaya, pelestarian lingkungan, dan pembelajaran kontekstual.
Keywords:
Tradisi Susuk Wangan Kearifan Lokal Konservasi Lingkungan Sumber Pembelajaran IPS Ekosistem PerairanReferences
Díaz, S., Settele, J., Brondízio, E. S., Ngo, H. T., Guèze, M., Agard, J., Arneth, A., Balvanera, P., Brauman, K. A., Butchart, S. H. M., Chan, K. M. A., & others. (2019). Pervasive human-driven decline of life on Earth points to the need for transformative change. Science, 366(6471), eaax3100.
Hill, R., Pert, P. L., Davies, J., Robinson, C. J., Walsh, F., Falco-Mammone, F., & others. (2020). Working with Indigenous, local and scientific knowledge in assessments of nature and nature’s linkages with people. Current Opinion in Environmental Sustainability, 43, 8–20.
IPBES. (2019). Global assessment report on biodiversity and ecosystem services. Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2022). Status lingkungan hidup Indonesia. KLHK.
Maarif, A. (2025). Laporan kualitas air Sungai Kaligung Kabupaten Semarang. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang.
Muhammad, A., Santoso, B., & Prasetyo, D. (2023). Analisis kerentanan erosi kawasan Hutan Penggaron sebagai daerah tangkapan air Sungai Babon. Jurnal Pengelolaan Lingkungan, 12(2), 115–126.
Rizki, M. N., & Asteria, D. (2023). Local ecological knowledge and its contribution to environmental conservation programs in Indonesia. International Journal of Conservation Science, 14(2), 547–558.
Satino, S., Nugroho, A., & Widodo, T. (2024). Kearifan lokal dalam memperkuat kohesi sosial masyarakat desa di Jawa Tengah. Jurnal Sosial Budaya, 21(1), 45–56.
Sholeh, M., Prasetyo, B., & Wibowo, A. (2024). Implementasi kebijakan universitas konservasi dalam penguatan nilai dan karakter mahasiswa. Jurnal Pendidikan dan Konservasi, 9(1), 1–12.
United Nations Environment Programme. (2021). Progress on wastewater treatment. UNEP.
Wiediharto, S., Rachman, A., & Lestari, P. (2020). Local tradition and cultural identity in rural communities of Central Java. Journal of Cultural Studies, 15(2), 89–101.
Zulkarnain, A. (2025). Perubahan partisipasi generasi muda dalam tradisi lokal masyarakat pedesaan. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 10(1), 33–44.

