Pojok Baca dan Budaya Literasi Siswa Sekolah Menengah Pertama: Analisis Konten Video YouTube dalam Perspektif Administrasi Pendidikan
DOI:
10.29303/jpap.v10i1.1510Published:
2026-01-30Downloads
Abstract
Penelitian ini menganalisis implementasi dan dampak pengembangan pojok baca terhadap budaya literasi siswa di SMPN 1 Sidamulih, Pangandaran, melalui kajian konten video YouTube, dengan perspektif Administrasi Pendidikan. Pendekatan kualitatif dengan analisis isi digunakan untuk meneliti video dokumentasi kegiatan literasi. Hasil menunjukkan implementasi pojok baca didukung penyediaan fasilitas sederhana, keterlibatan guru dan kepala sekolah, serta partisipasi aktif siswa. Dampak positif mencakup meningkatnya minat baca, terbentuknya kebiasaan membaca di luar jam pelajaran, kemampuan berpikir kritis, dan rasa percaya diri siswa dalam menyampaikan ide. Dari sisi administrasi pendidikan, keberhasilan program ini mencerminkan efektivitas perencanaan, pengorganisasian, supervisi, dan evaluasi program literasi. Penggunaan YouTube tidak hanya mendokumentasikan kegiatan literasi, tetapi juga menjadi sumber data yang relevan untuk menilai praktik pendidikan.
Keywords:
Pojok Baca Budaya Literasi Analisis Video YouTube SMP Administrasi PendidikanReferences
Bush, T. (2020). Theories of Educational Leadership and Management (5th edition). Sage Publications.
Dafit, F., & Ramadan, Z. H. (2020). Pelaksanaan Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Sekolah Dasar. BASICEDU, 4(4), 1429–1437. https://jbasic.org/index.php/basicedu/article/view/585?
Evelyn Navarrete, Andreas Nehring, Sascha Schanze, Ralph Ewerth, & Hoppe, A. (2025). A Closer Look into Recent Video-based Learning Research: A Comprehensive Review of Video Characteristics, Tools, Technologies, and Learning Effectiveness. International Journal of Artificial Intelligence in Education, 35, 1631–1694. https://link.springer.com/journal/40593
Groschner, A. (2023). Promoting video-based research in teacher education and professional development: A commentary on ontological, methodological and epistemological advances. Elsevier, 39. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.lcsi.2023.100701
Haryadi, Chilmianida, Santoso. (2025). Fokus pada penggunaan pojok baca sebagai ruang literasi untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa, termasuk peran ruang membaca dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4). https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/35030/18352
John W. Creswell & Cheryl N. Poth. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. Sage Publications.
Latifatun Nadya, Yulina Ismiyanti, Sari Yustiana. (2025). Penerapan Pojok Baca di Kelas Dalam Mendukung Budaya Literasi Di Sekolah Dasar. Pendas, 10(1).
Leithwood, Kenneth, Jantzi, Doris. (2006). Transformational School Leadership for Large-Scale Reform: Effects on Students, Teachers, and Their Classroom Practices. School Effectiveness and School Improvement, 17(2). https://doi.org/10.1080/09243450600565829
Miles, M. B. . H. S. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.) (3rd ed.). Sage Publications.
Nahak, Y. U. J. (2025). Transformasi Literasi Apresiatif Sastra Di Daerah Perbatasan Melalui Diskusi Buku Puisi Hantu Padang di SMA Negeri Biboki Anleu. JUPEMAS Cahaya Patriot, 4(4). https://doi.org/https://doi.org/10.58290/jupemas.v4i4.577

