Human Capital Investment Bagi Pendidik & Tenaga Pendidikan di Sekolah Menengah di Kota Mataram
DOI:
10.29303/jpap.v9i2.1396Published:
2025-07-31Issue:
Vol. 9 No. 2 (2025): JULIKeywords:
Human Capital Investment, Mutu PendidikanArticles
Downloads
How to Cite
Abstract
Berkembangnya teknologi dan diperbaharuinya kurikulum pendidikan mengharuskan banyak dilaksanakannya pelatihan, workshop, maupun seminar untuk menunjang kemampuan pendidik maupun tenaga pendidikan untuk menyesuaikan diri sehingga mutu pendidikan bisa terus meningkat. Human capital investement yang merupakan istilah dari pemberian pelatihan, wokshop ataupun pendidikan untuk meningkatkan kapasitas pekerja adalah perlu diberikan kepada para pendidik dan tenaga kependidikan. Untuk mengetahui seperti apa proses human capital investment itu, maka dilakukanlah penelitian ini. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian emperis, yaitu penelitian dengan adanya data-data di lapangan sebagai sumber data utama, seperti hasil wawancara dan observasi, dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan pada sekolah menengah yang berada di Kota Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan dan pengelolaan human capital investment di sekolah-sekolah Kota Mataram telah berjalan dengan baik ditandai dengan adanya perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan pada kegiatan-kegiatan seperti workshop, Kombel (Komunitas Belajar), MGMP, tutor sejawat, pelatihan, & Webinar.
References
Desimone, L. M. (2009). "Improving Impact Studies of Teachers' Professional Development: Toward Better Conceptualizations and Measures." Educational Policy, 43(3), 265-288.
Fatimah, D. F. (2016). Pola Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini Di Paud Ceria Gondangsari Sumowono Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2015-2016 (Doctoral dissertation, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).
Gulo, W. (2010). Metodologi Penelitian, cetakan keenam. Jakarta: PT Grasindo.
Hadi, S. (2010). "Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Pelatihan dan Pengembangan Profesional Guru." Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 7(1), 45-56.
Harris, D. N., & Sass, T. R. (2007). Teacher Training, Teacher Quality, and Student Achievement. Journal of Public Economics, 93(1-2), 123-145.
Hikmat, H. (2009). Manajemen pendidikan. Pustaka Setia.
Kemendikbud (2020). "Pedoman Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)." Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Killion, J., & Harrison, C. (2006). "Taking the Lead: New Roles for Teachers and School-Based Coaches." Learning Forward.
Lengnick-Hall, M. L., Lengnick-Hall, C. A., Andrade, L. S., & Drake, B. (2009). Strategic human resource management: The evolution of the field. Human resource management review, 19(2), 64-85.
Nurranto, H. (2018). Persepsi Guru atas Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kesejahteraan sebagai prediktor Kinerja Guru. JABE (Journal of Applied Business and Economic).
Sagala, S. (2005). Perencana Pendidikan Penyedia Informasi sebagai Landasan Penentuan Kebijakan Pendidikan di Sekolah. mimbar-pendidikan, 69.
Stoll, L., Bolam, R., McMahon, A., Wallace, M., & Thomas, S. (2006). Professional learning communities: A review of the literature. Journal of educational change, 7(4), 221-258.
Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.
Suherman, E. (2007). Hakikat pembelajaran. Educare.
Tucker, C. (2011). "How to Use Webinars for Professional Development." Learning & Leading with Technology, 38(4), 14-17.
Vescio, V., Ross, D., & Adams, A. (2008). "A Review of Research on the Impact of Professional Learning Communities on Teaching Practice and Student Learning." Teaching and Teacher Education, 24(1), 80-91.

