Evaluasi Program Pustakawan Siswa (Pustakasis) Dengan Pendekatan Model CIPP (Context, Input, Process, Product) Dalam Meningkatkan Kompetensi Literasi Peserta Didik SMA Negeri 2 Mataram
DOI:
10.29303/jpap.v10i1.1346Published:
2026-01-21Downloads
Abstract
Perpustakaan sekolah memiliki peran strategis dalam penguatan literasi dan pengembangan karakter peserta didik. Di SMA Negeri 2 Mataram, keterbatasan pustakawan dan kapasitas layanan memunculkan kebutuhan inovasi berbasis partisipasi siswa melalui Program Pustakawan Siswa (PUSTAKASIS). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program tersebut menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap siswa pustakawan, pustakawan sekolah, guru pendamping, dan pemustaka. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa secara kontekstual program memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan sekolah dan visi pendidikan literasi. Pada aspek input, program memperoleh dukungan sumber daya manusia, pelatihan, dan pendanaan, meskipun ditemukan keterbatasan durasi pelatihan dan sarana promosi digital. Pelaksanaan program berjalan relatif baik, tetapi menghadapi kendala seperti variasi motivasi peserta dan pengelolaan jadwal. Komponen produk menunjukkan manfaat nyata bagi perpustakaan, siswa, dan sekolah, namun outcome jangka panjang terkait budaya literasi berkelanjutan dan digitalisasi layanan belum optimal terealisasi. Secara keseluruhan, PUSTAKASIS dinilai relevan dan bermanfaat, tetapi membutuhkan penguatan kapasitas pelatihan, manajemen implementasi, dan integrasi teknologi agar memberikan dampak berkelanjutan bagi ekosistem literasi sekolah.
Keywords:
Evaluasi Program Model CIPP Pustakawan Siswa Literasi SMA Negeri 2 MataramReferences
Abdussamad, Zuchri. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Makassar: CV. Syakir Media Press.
Alzahrani, M. M. (2021). The impact of using the CIPP model for evaluating the performance of academic programs. International Journal of Higher Education, 10(3), 121-130. https://doi.org/10.5430/ijhe.v10n3p121
Arifin, M., & Abduh, M. (2021). Peningkatan motivasi belajar model pembelajaran blended learning. Jurnal Basicedu, 5(4), 2339-2347.
Fitriani, R., & Hidayat, A. (2021). Implementasi kegiatan literasi sekolah melalui perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa. Jurnal Pendidikan dan Literasi, 5(2), 112–123.
Lance, K. C., & Kachel, D. (2018). Why school librarians matter: What years of research tell us. Phi Delta Kappan, 99(7), 15–20.
Miles, M. B. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. Thousand Oaks.
Patton, Michael. (2020). Evaluation Use Theory, Practice, and Future Research: Reflections on the Alkin and King AJE Series. American Journal of Evaluation. 41. 109821402091949. 10.1177/1098214020919498.
Prasetyo, A., & Lestari, S. (2022). Inovasi perpustakaan sekolah di era digital: Peluang dan tantangan. Jurnal Kepustakawanan Indonesia, 16(1), 45–57.
Stufflebeam, D. L. & Zhang, G. (2017). The CIPP evaluation model: How to evaluate for improvement and accountability. Guilford Press
Stufflebeam, D. L., & Shinkfield, A. J. (2007). Evaluation theory, models, and applications. Jossey-Bass.
Todd, R. J. (2021). School libraries, learning, and student success: A review of evidence. School Libraries Worldwide, 27(2), 1–18.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Yulia, Y. (2010). Perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar. Jakarta: Rajawali Press.

